Follow Us:

wijeung sumping

punten admin na nuju nyaba ka bulan heula

Launching
comeback
launchpad

Jumat, 17 Mei 2013

Izin RS Betha Medika Terancam Dicabut

CISAAT- Dugaan malpraktik yang dilakukan Rumah Sakit Betha Medika (RSBM) Sukabumi terhadap Wanda Fadilah, bayi sembilan bulan yang meregang nyawa setelah diobati di RSBM, memantik reaksi keras. Kemarin, reaksi datang dari Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi.

Mereka berencana akan melakukan pendalaman tentang sejauh mana tingkat kelalaian yang dilakukan pihak rumah sakit. “Kami akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan (Dinkes)guna melihat sejauh mana dugaan malprakteknya,” tegas Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, A Yamin saat dimintai pernyataannya via telepon, kemarin.

Yamin menambahkan, pihaknya juga akan melakukan tindakan tegas dengan melihat kepada aturan operasional. Jika terbukti bersalah dengan kelalaian yang tidak bisa ditolerir maka pihaknya akan mendorong Dinkes untuk menutup RSBM. ” Paling pahit, bisa ditutup ijin operasionalnya. Tapi itu pun sesuai tingkat kelalaiannya,” katanya.

Sedikit mengingatkan, kejadian dugaan malpraktik tersebut dialami Wanda Fadilah yang tewas setelah di obati dirumah sakit ini. Kasus dugaan malpraktik itu berawal dari temuan aktivis pekerja sosial masyarakat (PSM), Zenal Abidin. Isi dari pengaduan PSM yang melaporkan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Sukabumi menyebutkan bahwa korban asal Kampung Cirenged RT37/8 Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat ini mengalami gejala step dan dibawa ke RSBM yang berlokasi di Cibaraja, Cisaat, 19 Februari lalu. 

Sampai di RSBM, anak pasangan Didin dan Winda Widiawati ini mendapatkan tindakan medis berupa pemasangan infus. Yang ironis, tenaga medis diduga gagal memasukan jarum infus ke tubuh Wanda. Akibatnya, beberapa bagian tubuh bayi kelahiran 5 Mei 2012 ini seperti lengan dan kakinya mengalami luka. Akhirnya, Wanda dioperasi di rumah sakit swasta ini. Di sana, ia juga hanya mendapatkan perawatan sehari semalam. Pihak keluarga pun sempat ditolak rumah sakit ini lantaran menggunakan Jamkesda. Karena khawatir terhadap Wanda akhirnya keluarga memutuskan untuk memakai layanan umum. Waktu itu keluarga membayar biaya perawatan walaupun hanya sehari semalam sekitar Rp4,9 juta. (why)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=59507

Tidak ada komentar:

Posting Komentar